Seniman sepuh, Q’bro Pandam Selalu berkarya Untuk Bangsa
| Titiek Soeharto foto bersama Q’bro Pandam dan pengunjung Pameran Respublika IAA Indonesia Art Award 2015 di Galeri Nasional Indonesia |
| Titiek Soeharto didampingi Q'bro pandam |
Jakarta, Laras post - Q’bro Pandam lahir di Bali tanggal 13 April 1955 merupakan seniman sepuh yang terus berkarya dan menjadi finalis Pameran Respublika IAA Indonesia Art Award 2015 di Galeri Nasional Indonesia yang mengangkat tema ”MO HOAX” pada (21/9) di gedung Galeri Nasional Indonesia.
Punk bukan pamer kekayan, pamer kekuasan, pamer keren-kerenan, apalagi pamer kepandaian tapi pamer mereka adalah bentuk pernyataan kehadiran mereka, meskipun kehadiran mereka di nusantara lebih pada sekedar show up atau gaya-gayaan, marjinal dan miskin bukan masalah komunal yang landasan pilihan hidupnya tegar, eksistensinya jelas sebagai idiologi seperti punk di negeri asalnya.
Q’bro menanggapi kemunculan punk di negeri ini adalah ”bagaikan kutu “Scabies” mendadak muncul di mana saja dan berlalu bagai bak angin lalu”. katanya
Merespon komunitas Punk yang kemudian menjadi persoalan pelik publik didiskusikan atau dikomentari ketika mereka hadir dan beredar di sekitar kita, memamerkan atribut artistik yang menarik perhatian yang mereka anggap begitu penting dan utama membangkitkan impresi publik itu harapannya.
Seniman Lukis yang lahir di bali ini ternyata telah banyak mendapat penghargaan dari hasil karyanya Q’bro pernah meraih penghargan pada tahun 1981, penghargaan aktor terbaik teater remaja Jakarta 1983, penghargaan karya lukis antar gelanggang dari DKJ 1983, penghargaan penata artistik terbaik teater remaja jakarta 1984, penghargaan penata artistik terbaik teater remaja jakarta 2011 dan penghargaan gubernur sebagai dedikasi perestasi peserta upaya memajukan seni dan budaya propinsi Banten di bidang seni lukis.
Selain meraih Penghargaan, Q’bro Pandam juga sering kali mengikuti pameran dari tahun ke tahun pameran pada tahun 1983 dengan memamerkan pameran lukisan bersama di taman Ismail Marzuki dan pameran sketsa bersama keliling antar gelanggang 1987, pameran lukisan bersama di GRJS Bulungan tahun 1993, pameran MEDIART di Bantara budaya Jakarta tahun 2002, pameran bersama MEDIARTD Bantar budaya Jakarta tahun 2003, pameran tunggal di WAPRES (Warung Aperesiasi) Bulungan tahun 2004, pameran bersama di Café kawasan semanggi tahun 2005, pameran tunggal di wapres (warung aperesiasi) di FIB UI (Universitas Indinesia) Depok, pameran bersama 30 tahun GARAJAS di TIM tahun 2006, pameran bersama 32 tahun GARAJAS tahun 2007, pameran bersama kelompok YES di Galeri kita Bandung, pameran bersama PAINT IN BLACK di medan, pameran bersama di rumah dunia Serang Banten tahun 2008, pameran bersama 33 tahun GARAJAS, pameran bersama HUT Indo Mobil tahun 2009, pameran tunggal lukisan batik di SMK Negeri 1 Serang, pameran tunggal hitam-putih di galeri Cipta III TIM tahun 2010, pameran tunggal di ponya seni Godod Yogyakarta tahun 2011, pameran bersama di Galeri Nasional Indonesia tahun 2012, pameran bersama Manifesto di Galeri Nasional Indonesia tahun 2013, pameran bersama perupa Banten IEU KULA di Galeri Nasional Indonesia Jakarta. (Fery,Pujo)






Tidak ada komentar