Breaking News

,

Pancasila Ideologi Negara Harga Mati

Peringati Hari Kesaktian Pancasila ke-50 dengan Kerja Keras dan Gotong Royong 
Presiden Jokowi saat memimpin uapacara Hari Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Kamis (1/9/15) 
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi menghadiri peringatan upacara Hari Kesaktian Pancasila,  di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya,  Jakarta Timur, Kamis, (1/10/15) pagi.

Dalam acara itu Presiden Joko Widodo,  bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan bertindak sebagai Komandan upacara adalah Kapolresta Depok,  Polda Metro Jaya,  Kombes Polisi Dwiyono.  Sementara itu,  Teks Pancasila dibacakan oleh Ketua MPR RI,  Dr. (HC)  zulkifli Hasan,  S.E.,  M.M.;  Pembacaan Pembukaan M.BA;  Pembacaan dan UUD RI 1945 oleh Ketua DPD RI,  H.  Irman Gusman,  S.E penandatangan Ikrar oleh Ketua DPR RI,  Drs.  Setya Novanto,  Ak;  dan Pembacaan doa disampaikan oleh Dirjen Bimas lslam Kemenag RI,  Prof.  Dr.  H.  Machasin,  M.A. 

Usai Upacara Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi mengunnjungi Sumur Lubang Buaya tempat 6 Jenderal dan 1 Perwira menengah ditemukan pada 50 tahun silam.

Selanjutnya Jokowi meninjau museum rumah yang dulunya markas latihan Pemuda Rakyat yang diduga menjadi tempat penyiksaan terhadap Perwira Tinggi TNI AD itu. Lalu Presiden Jokowi meninjau monumen Pancasila yang terdapat patung 6 Jenderal dan Perwira menengah berpangkat kapten. 

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi saat mengunjungi sumur tua
Lubang Buaya  
Acara tersebut dihadiri pula hampir seluruh Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Mulyono, KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama, keluarga korban 6 Perwira tinggi TNI beserta para undangan. 
       
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 153/Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila, sesuai dengan karena berkat kewaspadaan dan daya juang seluruh rakyat Indonesia atas pengkhianatan G30S/PKI yang akan menghancurkan Pancasila dapat ditumpas dan digagalkan. Maka setiap tanggal 1 oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh pemerintah untuk menanamkan pesan di hati seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya Pancasila,  sebagai ideologi negara tidak akan pernah tergantikan oleh paham apapun di Bumi Pertiwi,  setelah sebelumnya terjadi upaya penggantian ideologi negara yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).  Karena kita perlu menyadari jika Pancasila merupakan peninggalan berharga dari Para Pendiri Bangsa sebagai satu-satunya ideologi yang dapat mengakomodir kemajemukan Bangsa Indonesia. 

Untuk kesatuan upacara pada kali ini berjumlah 1029 peserta terdiri atas Pasukan upacara TNI dan Polri Pasukan Upacara Mahasiswa,  KNPI,  dan Pramuka,  serta Pasukan Upacara pelajar tingkat SD,  SMP,  dan SMA/SMK.  Sedangkan yang tampil sebagai paduan suara Aubade)  adalah siswa-siswi dari 5 sekolah,  yakni SMA 78 Jakarta,  SMA Kristen 3 Penabur SMA 39 Jakarta,  SMA 49 Jakarta,  dan SMA 34 Jakarta.  Untuk orkestra diisi oleh sMKN 2 Kasihan,  Bantul,  Yogyakarta.
Presiden Jokowi saat mninjau monumen Pancasila di Lubang Buaya

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini terasa istimewa karena merupakan peringatan ke-50 tahun Kesaktian Pancasila.  Oleh karena itu tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015 adalah Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila,  Tema tersebut dimaksudkan agar di 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,  masyarakat Indonesia dapat lebih bekerja keras dalam mengamalkan Pancasila. Dengan demikian,  untuk dapat mengimplementasikan Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,  dibutuhkan gotong royong di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Selain itu momentum 50 tahun kesaktian Pancasila merupakan saat yang tepat untuk menggelorakan kembali bahwa 'Pancasila Adalah kita',  yang merupakan ideologi terbuka,  dalam hal ini yaitu ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman dan adanya dinamika secara internal dan eksternal. "Pancasila Adalah Kita"  dimaksudkan agar setiap warga Negara/Bangsa Indonesia harus berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar Negara,  falsafah dan ideologi Bangsa dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa,  dan bernegara yang merupakan amanah dari para Pendiri Bangsa. (her, sg, ram)

Tidak ada komentar